Sering seseorang bingung saat disuruh jualan baik itu untuk pertama kali ataupun untuk yang kesekian kalinya. Bingungnya biasanya karena tidak tahu bagaimana cara menjual barang agar orang lain mau membelinya. Pada saat ini biasanya kita akan konsentrasi ke dalam diri kita, bagaimana agar teknik menjual kita lebih bagus, penampilan kita lebih mantap dan seterusnya. Kadang kita sering lupa dengan prospek kita. Apa yang ada di dalam diri prospek yang sangat potensial membuat kita mengalami closing sales.
Setelah seringkali mengalami keberhasilan dan kegagalan dalam sales clsoing di lapangan terhadap produk2 yang saya jual, maka sampailah saya pada satu kesimpulan bahwa orang gak perlu jago-jago amat atau perlu skill tinggi dalam sales, asalkan dia tahu bagian mana dari si prospek yang harus disentuh agar si prospek akan segera membeli produk kita atau terjadi sales closing.
Saya menamakan bagian yang bisa disentuh ini adalah Buying Button (demikian kami sebut kalau di kelas Pillar | Business Accelerator). Prinsip dasarnya adalah semakin banyak button ini tersentuh oleh produk jualan kita, maka makin besar kemungkinan terjadi closing sales. Apa saja buying button ini dan bagaimana cara kerjanya ? Setelah melakukan proses identifikasi di lapangan, ternyata terdapat banyak buying button dalam setiap diri manusia. Misalnya, salah satu yang paling mudah adalah keinginan untuk mendapatkan kemudahan. Kalau kita bisa mendesain satu produk/jasa yang memenuhi buying button yang saya sebutkan di atas, maka pada konteks produk/jasa Anda, kemungkinan besar produk/jasa yang Anda tawarkan akan dibeli oleh prospek Anda. Dan ini bisa terjadi dalam hitungan detik..!! Mudah bukan aktivitas menjual itu..?
Masalahnya berikutnya kita tidak tahu buying button yang mana yang efektif ditekan pada seorang prospek karena tiap prospek punya buying button yang berbeda dan berbeda pula cara menekan/menyetuhnya. Oleh karena itu usahakan setiap produk yang Anda desain bisa menyentuh lebih dari satu buying button sehingga kemungkinan untuk dibeli oleh banyak orang juga terbuka luas…
Nah, sekarang silahkan Anda pikirkan apa saja buying button yang lain dan bagaimana agar button itu tertekan efektif oleh Anda dalam diri prospek, sehingga closing sales rate Anda bisa selalu mendekati 100%.
Happy selling….



0 Responses
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.