Untuk Bisnis Anda : Apa Bedanya Investor dan Kreditur…?

Posted in Business Mentoring, Entrepreneur on February 3rd, 2010 by admin

Kalau lagi kumpul-kumpul dengan temen-temen pebisnis, sering sekali kita mendengar kata-kata seperti ini : Wah, ada investor yang mau memodali bisnis saya nih, bagi hasilnya sekian-sekian dan skema seperti ini seperti itu dst dst. Wah tentu saja senang mendengar kalai bisnis teman kita sudah bisa menarik dana investor ke dalam bisnisnya. Berari bisnisnya bagus dong….!!

Tetapi ada anehnya nih…!!

Setelah beberapa lama tak berjumpa dengan rekan pebisnis tadi, tiba-tiba saat berjumpa mukanya agak kusut seperti lagi banyak pikiran. Ketika ditanya, di menjawab : “iya nih lagi pusing, investor yang kemarin memodali saya sekarang minta dikembalikan uangnya, karena pengembaliannya gak sesuai perjanjian. Pusing saya….” katanya dengan penuh kesedihan.

Nah…. ini dia kasus yang kesekian kali saya temui saat berbisnis. Kunci dari cerita kasus di atas adalah ketidakmampuan seorang pebisnis UKM untuk membedakan antara INVESTOR dan KREDITUR. Memang kalau ditanyakan kepada pebisnis UKM secara sekilas mereka mengatakan : “Gak ada bedanya lah, wong sama-sama ngasih duit untuk bisnis kita.” Disini titik rawannya, dan sudah memakan korban yang tidak sedikit mulai dari persengketaan bisnis, sampai urusan dibawa ke pihak penegak hukum segala.

Saya coba jelaskan disini perbedaan mendasarnya secara sederhana….

INVESTOR adalah pihak yang berani/mau menyetorkan uangnya ke bisnis kita setelah melihat kinerja/performance bisnis kita termasuk pengurus perusahaannya berharap akan mendapatkan RETURN yang baik setiap tahunnya dari dividen dan BERSEDIA kehilangan uangnya apabila bisnis yang dia investasikan tidak memberi return seperti yang diharapkan. Orang ini siap dengan kondisi terburuk. Contoh paling gampang adalah investor yang bermain di bursa saham. Apakah kalau harga saham suatu perusahaan yang sedang dia pegang sahamnya mendadak jatuh, lantas dia menuntut seseorang atas penurunan harga sahamnya… ? Tentu tidak.. itu adalah bagian dari resiko… dan si investor sadar hal itu.

KREDITUR adalah pihak yang berani/mau meminjamkan uangnya ke bisnis kita setelah melihat kinerja/performance bisnis kita termasuk pengurus perusahaannya dan berharap pemilik/pengurus perusahaan bisa mengembalikan hutangnya sesuai dengan jangka waktu yang disepakati. Jadi seorang KREDITUR adalah orang yang kerjanya meminjamkan uang kepada pihak lain dan meminta pengembalian pokok plus margin keuntungan dari pokok pinjaman, gak perduli bisnisnya untung atau rugi. Contoh paling gampang dari kreditur adalah Bank. Mau bisnis kita untung atau rugi, ya namanya cicilan tetap harus dibayar.

Beda lainnya adalah pada tratment pembukuan di laporan keuangan. Kalo kita dapat dana dari INVESTOR, maka bukukanlah dana tersebut pada kategori EQUITAS di Neraca kita. Namun jika dana yang kita dapatkan dari KREDITUR, maka bukukanlah dana tersebut pada kategori HUTANG di Neraca.

Makin jelas ya bedanya….

Nah, jadi kalau kita mengalami kasus mirip-mirip cerita di atas sekaligus melihat penjelasan bedanya investor dan kreditur, maka silahkan rasakan apa yang telah kita alami. Si dewa penolong kita itu masuk kategori INVESTOR atau KREDITUR .

Nah, mudah2an melalui tulisan singkat ini kita semakin clear dalam melihat seseorang yang mau memberikan uang kepada bisnis kita.. ini INVESTOR atau KREDITUR ya..? Bedanya apa..? Beda banget lah…

Note : tulisan ini dibuat sebagai hasil diskusi pada program Personal Mentoring hari Rabu, 3 Februari 2010 dari Pillar | Business Accelerator pada materi Financial Check Up. Semoga Bermanfaat.

Pertemuan Dengan Seorang Habibie Afsyah (Kelemahanku Adalah Kekuatanku Untuk Sukses)

Posted in Entrepreneur on December 21st, 2009 by admin

Habibie Afsyah

Habibie Afsyah

Pertemuan pertama terjadi tahun 2006 saat saya menghadiri sebuah seminar Internet Marketing di Hotel JW Marriot, Kuningan, Jakarta. Seorang pemuda/remaja  yang berada di atas kursi roda tiba-tiba dipanggil maju ke depan oleh pembicara. Dikatakan ke hadirin bahwa pendapatannya dari bisnis Internet Marketing mencapai USD 5000 / bulan. Mantap… sebuah contoh yang betul-betul menohok kita yang diberi karunia sempurna dari Allah SWT bagaimana sebuah kekurangan itu justru merupakan kekuatan bagi setiap orang. Tinggal bagaimana kemampuan kita mengubah nya sebagai  rasa syukur kita kepada Allah SWT.

Saya hanya melihat Habibie dari kejauhan dengan kepala dipenuhi berbagai macam pemikiran. Malam itu adalah malam yang sulit saya lupakan…….

Awal bulan Desember 2009 kemarin, saat  menghadiri acara Ayo Mandiri bersama Valentino Dinsi di Menara Setiabudi, Kuningan Jakarta. Tanpa diduga, ternyata Allah mempertemukan kami  kembali dengan sosok Habibie Afsyah, namun dalam jarak yang lebih dekat. Kebetulan beliau duduk di sebelah saya bersama Ibunda tercinta. Ternyata Habibie Afsyah menjadi bintang tamu acara tersebut.

Beliau diminta kedepan berbicara tentang keberhasilan bisnis yang dilakoninya di tengah segala keterbatasan yang ada. Sungguh menginspirasi banyak hadirin yang berada di ruangan tersebut dan memberi motivasi yang tiada habisnya bagi semua orang akan kemungkinan keberhasilan yang bisa diraih setiap manusia, asal  mau berusaha.

Berbicara secara langsung dengan Habibie juga memberikan feedback yang luar biasa bagi saya. Begitu besarnya rasa percaya dirinya menembus segala keterbatasan dari penyakit langkanya (yang saya dengar sakitnya sama dengan yang dialami oleh Stephen Hawking, fisikawan kesohor itu). Yang saya rasakan saya sedang berbicara dengan seorang pebisnis internet marketing, bukan dengan yang lain. Betul-betul pelajaran besar yang saya ambil dari pertemuan itu. Benar firman Allah, semua yang ada di alam semesta ini adalah hikah buat orang yang beriman dan berfikir.

Bertemu lagi dengan sang Ibunda, sungguh nilai-nilai kesederhaan yang saya rasakan. Dan yang pasti keteguhan hati untuk memberikan segalanya demi sang anak tercinta membuat saya menaruh hormat yang sangat dalam untuk beliau. Satu hal yang menbuat saya sangat gembira adalah kesediaan beliau untuk menghadiri launching buku saya tahun 2010 nanti. Alhamdulillah, begitu besar rahmat Allah bagi hambanya yang hina ini….

Terakhir, buat kita-kita semua yang dikaruniai kesempurnaan dari Allah SWT, syukuri nikmat Allah itu dan bayarlah dengan kerja nyata di dunia sebagai wujud amanah Allah kepada kita sebagai khalifah di muka bumi……

Kelemahanku Adalah Kekuatanku Untuk Sukses

Demikian kata-kata yang tercantum pada kartu nama beliau yang diberikan kepada saya…….

Alumni Gathering Pillar | Business Accelerator : Property Investment Games – #1 Property Investment Games di Indonesia

Posted in Business Mentoring, Investasi, Property, Tips and Trik on December 13th, 2009 by admin

Lagi Asyik Menyusun Strategi Investasi....

Lagi Asyik Menyusun Strategi Investasi....

Hari Sabtu 12 Desember 2009 tepat pukul 9.00 WIB sebagian besar alumni Pillar | Business Accelerator sudah memenuhi ruangan Café Flora di Wisma Indomobil Jl. MT Haryono, Jakarta. Mereka semua hadir untuk memainkan #1 Property Investment Games di Indonesia yang khusus diciptakan oleh Pillar | Business Accelerator sebagai media pembelajaran logika menggabungkan bisnis dan property dalam meleverage bisnis.

Dibagi dalam 3 kelompok besar permainan, masing- masing papan permainan terdiri dari 5 orang pemian dilengkapi dengan insitusi bank dan serta software analisis yang bisa memberikan keputusan apakah pinjaman yang diajukan oleh seorang pemain bisa disetujui atau tidak disetujui oleh bank. Semua aspek dalam permainan diusahakan mendekati kondisi real di lapangan saat seseorang sedang berusaha mengembangkan bisnisnya sekaligus berinvestasi di property.

Dalam permainan ini, setiap pemain dididik untuk segera mengambil kesempatan yang datang karena kesempatan yang bagus tidak datang 2 kali, begitu kata orang2 tua kita jaman dulu. Yang laing penting adalah bagaimana startegi & action kita dalam mengambil kesempatan itu.

Pada awal permainan, seluruh alumni yang datang masih dalam tahap penyesuaian dalam memainkan permainan ini sekaligus berusaha memahami logika permainannya. Namun hal ini tidak berlangsung lama, karena setelah terbiasa dengan logika permainannya, maka masing-masnig mulai menyusun strategi investasi yang sesuai dengan kondisi financial yang dimiliki setiap pemain.

Hasilnya, sangat luarbiasa, dari permainan ini keluarlah karakter dasar setiap orang.

Pak Heru... sang Investor

Pak Heru... sang Investor

Apakah seseorang itu type risk taker atau risk avoider, atau seseorang itu berkarakter investor ataupun entrepreneur. Kreativitas setap orang pun tercurah untuk bisa mencapai tujuan/objective dengan memanfaatkan resource yang terbatas.

Waktu giliran permainan yang dibatasi setiap pemain maksimum 3 menit menambah naik adrenalin pemain karena kesempatan yang datang tiba-tiba harus segera diputuskan untuk diambil atau tidak dalam waktu kurang dari 3 menit. Kalau ragu-ragu dan waktu terlewati, otomatis kesempatan hilang begitu saja.

Makin lama permainan berlangsung makin seru, mulai terjadi akuisisi-akuisisi bisnis dan investasi-investasi property dari yang penuh perhitungan sampai penuh kenekatan. Ya, disinilah terlihat karakter dasar seseorang dalam mengambil keputusan bisnisnya. Dan itu akan terefleksi dalam keseharian bisnisnya, tanpa terasa dan tanpa bisa ditutupi.

Tidak terasa, permainan berlangsung hampir 3 jam, suhu permainan terus meningkat. Dan mendadak pada pukul 12 tepat, permainan dihentikan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Lagi-lagi ini untuk memberikan efek pendidikan kepada peserta bahwa setiap bisnis dan investasi selalu ada batas waktunya, sehingga kedisplinan kita dalam memanfaatkan waktu yang ada sangat diperlukan.

Pemenang Property Investment Games... Pak Hari Purnomo

Pemenang Property Investment Games... Pak Hari Purnomo

Begitu waktu permainan habis, permainan langsung di stop. Para pemain mulai diinstruksikan untuk untuk menghitung berapa total asset & cash flow yang dimiliki. Masing-masing pemain sibuk menghitung asset kekayaan mereka. Akhirnya muncullah juara umum dari permainan ini yaitu Bapak Hari Purnomo, justru peserta Pillar yang saat ini masih mengikuti kelas Business Acceleration. Beliau diminta ke depan untuk melakukan sharing atas apa yang telah dilakukan sehingga bisa menjadi pemenang dalam permainan ini. Beliau sharing mengenai logika apa yang digunakan dalam menjalankan permainan ini.

Dan memang apa yang disampaikan adalah sesuatu pakem dalam bisnis & investasi yang harus diikuti oleh seorang pengusaha. Kalau hal ini dilanggar sangat berbahaya, karena berpotensi manghasilkan kredit macet dari pinjaman kita di bank.

Semua pemain akhirnya memahami logika bisnis & property yang harus dimiliki. Dan semua pulang dengan satu ilmu penting tentang leveraging bisnis & property yang bisa didapatkan dari Alumni Gathering di Pillar | Business Accelerator.

Investor dengan Passive Income Lebih Dari Rp 350 juta/bulan pada Alumni Gathering Pillar | Business Accelerator

Posted in Business Mentoring, Property, Tips and Trik on December 13th, 2009 by admin

Pak Gamal Sedang Sharing Pengalaman Bisnis & Investasinya

Pak Gamal Sedang Sharing Pengalaman Bisnis & Investasinya

Pada event Alumni Gathering Pillar | Business Accelerator hari Sabtu 12 Desember 2009 kemarin di Café Flora, Wisma Indomobil MT Haryono, selain para alumni yang datang untuk bermain Property Investment Games, Pillar | Business Accelerator kedatangan tamu istimewa bapak Gamal Abdul Nasser yang menjadi sumber inspirasi bagi seluruh peserta yang hadir hari itu.

Betapa tidak, pemilik dari 82 outlet MySalon, 14 Indomaret, 4 Apotik Century, 2 Londre dan 4 travel agen Amarcy dan beberapa outlet Estetiderma dengan passive income per bulan mencapai Rp 350 juta/ bulan tentu saja bukan sembarang investor. Learning & experience beliau tentu saja sangat berharga untuk dilewatkan begitu saja bagi kita semua.

Sosok yang sangat sederhana, sangat jauh dari kesan kemewahan, namun didalamnya tersimpan satu kekuatan & ketajaman seorang investor yang sangat jeli dalam mengambil kesempatan dalam bisnis.

Seluruh alumni Pillar | Business Accelerator yang hadir hari itu mendengarkan dengan antusias semua penjelasan dari Pak Gamal tentang prinsip-prinsip dasar berbisnis dan berinvestasi, bagaimana perjalanan bisnis beliau dan apa tips & trik sehingga bisnis beliau bisa sebesar sekarang ini tanpa kehilangan kesedehanannya.

Beberapa prinsip2 dasar yang disampaikan oleh beliau dalam berbisnis & berinvestasi adalah :

Alumni Sedang Menyimak Penjelasan P Gamal Tentang Bisnis & Investasi

Alumni Sedang Menyimak Penjelasan P Gamal Tentang Bisnis & Investasi

  • Sebelum masuk dalam bisnis property, sangat disarankan untuk memperkuat aspek bisnis terlebih dahulu, karena free cash flow dari bisnislah yang bisa membiayai investasi property kita.
  • Setiap kesempatan yang datang jangan sampai terlewatkan oleh kita. Kecepatan dalam mengambil keputusan akan sangat menentukan sukses tidaknya bisnis kita kedepan. Selain itu apabila kita sedang tidak mampu mengambil kesempatan yang ada, jangan kecewa karena yakinlah kesempatan yang baik akan datang lagi kepada kita atas izin Allah SWT.
  • Dalam berbisnis ACTION itu penting, karena apa yang dialami secara pribadi oleh beliau adalah sering sekali terjadi “miracle” saat beliau sudah memutuskan untuk ACTION.
  • Behutang itu tidak masalah asal tidak untuk hal-hal yang konsumtif dan kita mempunyai sumber-sumber untuk pengembalian untuk mencicil hutang tersebut.
  • Beliau termasuk type safety player dalam berinvestasi. Beliau lebih cenderung membiayai investasi kedua dan seterusnya dari hasil investasi dari bisnis yang pertama. Beliau tidak mau mengambil resiko dengan berinvestasi sekaligus dalam beberapa bisnis dengan dibiayai dari beberapa bisnis existing. Beliau lebih memilih untuk memastikan dulu investasi yang dilakukan memang sudah positif cash flow, baru melakukan investasi berikut.
  • Memperbesar jaringan melalui silaturahim di komunitas-komunitas adalah hal yang sangat mandatory dalam kaitannya dengan pengembangan bisnis kita.

Acara sesi tanya jawab berlangsung lebih meriah lagi, karena

Penyerahan Bingkisan Oleh P Heru Mewakili Alumni

Penyerahan Bingkisan Oleh P Heru Mewakili Alumni

beberapa alumni Pillar ternyata sudah melakukan investasi dalam bentuk Indomaret seperti Pak Heru Widodo dan Ibu Lisa Oktafiana. Pertanyaan berkisar pada strategi investasi di property, strategi berhadapan dengan bank, bagaimana memanage resiko yang mungkin timbul dari keputusan-keputusan investasi yang kita lakukan.

Semua pertanyan dijawab dengan jelas & gamblang oleh Pak Gamal berdasarkan ilmu2 aplikatif yang beliau terapkan di lapangan.

Tidak terasa, waktu sudah berjalan hampir 2 jam dan acara diakhiri dengan pemberian bingkisan dari www.mynaturefarm.com yang diberikan oleh Pak Heru Widodo mewakili alumni.

Sungguh suatu pengetahuan yang sangat bermanfaat buat seluruh peserta, mudah2an apa yang disampaikan bisa segera diterapkan oleh seluruh alumni Pillar | Business Accelerator.

Tahukah Anda, Pada Setiap Manusia Terdapat Tombol Pembelian..?

Posted in Business Mentoring, Entrepreneur on October 19th, 2009 by admin

Sering seseorang bingung saat disuruh jualan baik itu untuk pertama kali ataupun untuk yang kesekian kalinya. Bingungnya biasanya karena tidak tahu bagaimana cara menjual barang agar orang lain mau membelinya. Pada saat ini biasanya kita akan konsentrasi ke dalam diri kita, bagaimana agar teknik menjual kita lebih bagus, penampilan kita lebih mantap dan seterusnya. Kadang kita sering  lupa dengan prospek kita. Apa yang ada di dalam diri prospek yang sangat potensial membuat kita mengalami closing sales.button1

Setelah seringkali mengalami keberhasilan dan kegagalan dalam sales clsoing di lapangan terhadap produk2 yang saya jual, maka sampailah saya pada satu kesimpulan bahwa orang gak perlu jago-jago amat atau perlu skill tinggi dalam sales, asalkan dia tahu bagian mana dari si prospek yang harus disentuh agar si prospek akan segera membeli produk kita atau terjadi sales closing.

Saya menamakan bagian yang bisa disentuh ini adalah Buying Button (demikian kami sebut kalau di kelas Pillar | Business Accelerator). Prinsip dasarnya adalah semakin banyak button ini tersentuh oleh produk jualan kita, maka makin besar kemungkinan terjadi closing sales. Apa saja buying button ini dan bagaimana cara kerjanya ? Setelah melakukan proses identifikasi di lapangan, ternyata terdapat banyak buying button dalam setiap diri manusia. Misalnya, salah satu yang paling mudah adalah keinginan untuk mendapatkan kemudahan. Kalau kita bisa mendesain satu produk/jasa yang memenuhi buying button yang saya sebutkan di atas, maka pada konteks produk/jasa Anda, kemungkinan besar produk/jasa yang Anda tawarkan akan dibeli oleh prospek Anda. Dan ini bisa terjadi dalam hitungan detik..!! Mudah bukan aktivitas menjual itu..?

Masalahnya berikutnya kita tidak tahu buying button yang mana yang efektif ditekan pada seorang prospek karena tiap prospek punya buying button yang berbeda dan berbeda pula cara menekan/menyetuhnya. Oleh karena itu usahakan setiap produk yang Anda desain bisa menyentuh lebih dari satu buying button sehingga kemungkinan untuk dibeli oleh banyak orang juga terbuka luas…

Nah, sekarang silahkan Anda pikirkan apa saja buying button yang lain dan bagaimana agar button itu tertekan efektif oleh Anda  dalam diri prospek, sehingga closing sales rate Anda bisa selalu mendekati 100%.

Happy selling….

Pembentukan JurnalisPreneur Club Indonesia

Posted in Business Mentoring, Entrepreneur on August 15th, 2009 by admin

Bersama-sama dengan sejumlah rekan-rekan media yang sama-sama mempunyai hasrat untuk memajukan dunia kewirausahaan di tanah air, pada tanggal 13 Agustus 2009 di Gado-Gado BOPLO Panglima Polim, telah terbentuk JurnalisPreneur Club Indonesia.

Pillar | Business Accelerator kebetulan ikut serta sebagai penggagas pembentukan club ini. Acara berlangsung sederhana namun penuh dengan keakraban. Masing-masing teman media mengenalkan diri dan menceritakan aktivitas masing-masing termasuk usaha yang sedang digelutinya.
Kegiatan silaturahim ini akhirnya berujung kepada adanya satu kelas bisnis yang khusus diberikan kepada rekan-rekan media yang akan di back up penuh oleh Pillar | Business Accelerator. Kelas ini akan berlangsung bulan Oktober 2009. Jadi bagi temen2 media yang ingin ikut, silahkan segera daftar (quota terbatas, hanya 20 orang).

Pada hari itu juga langsung terbentuk struktur organisasi klub ini mulai dari ketua, wakil ketua sampai dengan sekretaris umum. P Herry akhirnya mau menerima amanah teman-teman untuk menjadi ketua klub ini (terimakasih P Herry), P Rudy juga bersedia menjadi wakil ketua dan yang terakhir Mbak Atiek menjadi sekretaris umum.
Ternyata gerakan temen-temen media ini sangat luar biasa, karena baru siangnya gagasan ini terealisasi, pada malamnya sudah terbentuk group JurnalisPreneur Indonesia di FB sekaligus milis nya yaitu : jurnalispreneur@yahoogroups.com (terimakasih banyak P Rudi).

System sudah terbentuk, tingga bagaimana kita mengisinya agar semua yang di cita-citakan bisa tercapai. Amiin

Apa sih QR Code?

Posted in Tips and Trik on June 23rd, 2009 by admin

QR Code merupakan kependekan dari Quick Respond Code. QR Code adalah pengembangan dari Barcode.  Tidak seperti barcode yang hanya memiliki satu dimensi data, QR code sudah dikembangkan sedemikian sehingga memiliki empat dimensi data yaitu URL, text, phone number dan SMS. Adapun contohnya seperti berikut :

qrcode

Cukup dengan men generate QR Code kita dari internet secara gratis di http://qrcode.kaywa.com/, kita sudah bisa melakukan promo atas produk/jasa kita baik di dunia maya maupun di media cetak biasa dalam sekejap kurang dari 1 menit.  Untuk menghasilkan suatu gambar atau simbol QR Code kita membutuhkan QR Code generator. Alat yang dibutuhkan adalah hanphone yang sudah memiliki aplikasi barcode reader.

Biasanya handphone kategori smartphone sudah dilengkapi dengan aplikasi barcode reader sehingga kita dengan mudah bisa memanfaatkan QR Code ini sebagai salah satu low budget high impact stategy dalam media promo kita. Aktifkan aplikasi barcode, langsung arahkan camera hanphone anda pada image QR Code dan seketika informasi tentang produk/jasa yang Anda ingin sudah berada di tangan prospek Anda.

Selamat menikmati teknologi untuk kenyamanan Anda dan lagi-lagi Low Budget High Impact Strategy untuk Media Promo kita adalah suatu hal yang sangat mungkin dikerjakan. Step by step mengcreate QR Code dan bagaimana membacanya bisa lihat video berikut

Oleh-Oleh Dari FBM Ledakkan Omzet Bisnis Anda Melalui Media : Low Budget High Impact Strategy

Posted in Uncategorized on June 16th, 2009 by admin

Hari Minggu 14 Juni 2009 giliran KMM2 (matermind Jaksel group 2) yang kebagian tugas jadi EO untuk acara Forum Blok M (FBM) yang terakhir karena bulan depan berganti nama menjadi Forum TDA Jaksel. Materi seminar kali ini cukup bombastis : Ledakkan Omzet Bisnis Anda Melalui Media – Low Budget High Impact Strategy.

iconsetc-social-media-icons

Pembicara yang hadir adalah Edi Taslim (General Manager Business Kompas.com).  Beliau menyampaikan materi secara lugas dan jelas membuat seluruh peserta yang hampir mencapai 100 orang tidak satupun yang meninggalkan bangkunya mendengarkan uraian bagaimana tips & tris memanfaatkan media untuk mendongkrak omzet bisnis kita.

Beberapa poin penting coba saya summary kan di bawah ini :

1. Setiap bisnis mempunyai aspek yang diminati oleh press/media. Kuncinya adalah bagaimana agar bisnis  kita“terlihat” oleh jurnalis/blogger yang tepat. Perhatian media bisa didapatkan melalui press release dan pitch
yang dibuat dan disampaikan dengan benar. Jadi membuat dan mengirimkan press release dan pitch ke media adalah kunci kita bisa “terlihat” oleh media. Kalau bisnis  sudah dibuat, maka siapkanlah press release/pitch sebaik mungkin

2. Apa sih yang harus diperhatikan saat buat press release atau pitch :

a. Content – pastikan tidak ada kesalahan ketik atau tata bahasa dalam press release
b. Concise – singkat, padat, dan hindari penggunaan kata-kata yang bersifat dekoratif atau bombastis
c. Factual – sampaikan informasi yang bersifat fakta yang tidak dibesar-besarkan
d. Objectivity – hindari menggunakan quote yang berlebihan karena akan terlihat biased
e. Timing – bila memungkinkan, masukkan relevansi dengan kejadian atau berita yang sedang hangat
3. Pitch apa sih ?

Pitch adalah sales talk, promotion melalui argumentasi. Press release bukan pitch. Pitch adalah hidangan pembuka sebelum masuk ke press release. Pitch yang baik memenuhi 3 syarat : 1) Bercerita tentang apa (What’s the story)
2) Buktikan (Prove it)  3) Undangan untukmelakukan peliputan (Call to action)

Contoh Pitch yang bagus :

[PROFNET] Retail Experience

While we deal with national dan regional specialty retailers like Office Max, Disney, Tweeter Entertainment they’ve all created experiences in thier stores.

If you are interested in getting an industry perspective on whay en experience becoming so important in retail, even at the independent level, let me know. I’d be happy to connect you with one of our vice president of design here at FRCH Design Worldwide.

Let me know if you are looking for this informed perspective.Thanks

4. Berikan gambar pada press release/pitch Anda

Seminar ini juga memberikan DO & DONT’S pada kepada para pebisnis bagaimana agar kita terhindar dari kesalahan-kesalahan yang tidak perlu saat berhubungan dengan media.

Tools media promotion yang bisa dimanfaatkan dengan buget NOL Rupiah pun diberikan termasuk bagaimana filosofi dan penggunaannya.

Dan yang terakhir ini dia yang paling HOT. Ada teknologi media promo yang paling baru dan baru dipakai di KOMPAS.com yaitu QR Technology (Quick Response Technology). Teknologi ini adalah tools untuk media promo. Dengan teknologi ini media promomenjadi gak ada batasnya sampai ke kaus kaki pun bisa. Tinggal pasang gambarnya, masukkan info yang kita inginkan,prosepk tinggal foto pake kamera digital atau bisa juga memanfaatkan bar readeryang ada di handphone and then sim salabim….. info produk kita ada di gadget prospek. Lagi-lagi membuat ini gratis. Jadi siapa bilang promo di media mahal. Saya penganut Low Buget High Impact Strategy….. Salam promo.

Materi presentasi bisa di download di web www.mastermindjaksel.com, namun saat ini masih di set upoleh admin TDA Jaksel. Tunggu info dari kami kapan materi bisa di download.